Kamis, 16 April 2015

JURNAL OBSERVASI BLOG WIRAUSAHA



Statistik dan Ukuran Dispersi Kunjungan Blog Jual Beli Domba Garut

Cucu Oktaviana ( 1306031 )

Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
cucuoktaviana89@gmail.com

Langsung buka disini

Kamis, 02 April 2015

Jurnal penyajian data terpusat



Penyajian Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik dari 50 Jumlah Halaman Pada Beberapa Novel

Cucu Oktaviana (1306031)
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia


Abstrak – jurnal ini membahas bagaimana penulis mengukur ukuran jumlah Halaman dari 50 Novel, Setelah terkumpul ke 50 data, lalu disajikan dalam Data Distribusi Frekuensi dan Data Numerik yang dimana disitu menghitung nilai Mean (rata-rata), median, modus, dan ukuran letak dari kuartil, desil dan persentil.

Kata Kunci – Frekuensi, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil

I. PENDAHULUAN

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic).
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.


II.Landasan Teori

a.       Pengertian distribusi frekuansi
Adalah pengelompokkan data ke dalam beberapa kategori yang menunjukkan banyaknya data dalam setiap kategori, dan setiap data tidak dapat dimasukkan ke dalam dua atau lebih kategori. Distribusi frekuensi adalah susunan data dalam bentuk tunggal atau kelompok menurut kelas-kelas tertentu dalam sebuah daftar. Tujuan distribusi frekuensi ini yaitu :
·         Memudahkan dalam penyajian data, mudah dipahami, dan dibaca sebagai bahan informasi.
·         Memudahkan dalam menganalisa/menghitung data, membuat tabel, grafik.

b.      Jenis-jenis distribusi frekuensi
·         Distribusi frekuensi tunggal
Distribusi frekuensi tunggal merupakan urutan tiap-tiap skor, satuan-satuan unit dalam suatu data tertentu.
·         Distribusi frekuensi kelompok
Digunakan untuk data yang banyak jumlahnya. Karena data tidak lagi setiap skor tetapi dikelompokkan pada interval tertentu.

c.       Distribusi frekuensi kumulatif dan proporsi
·         Distribusi frekuensi tunggal
Kumulasi frekuensi adalah jumlah frekuensi untuk sejumlah data, baik secara keseluruhan atau sebagian. Bentuk kumulasi frekuensi ada dua yaitu kumulasi ke bawah (kumulasi dari data terkecil secara bertahap ke data yang terbesar) dan kukulasi ke atas (kumulasi yang dihitung mulai dari data terbesar secara bertahap ke data yang terkecil).
·         Distribusi frekuensi proporsi
Proporsi data diperoleh dari pembagian frekuensi suatu data dengan frekuensi total. Proporsi dapat berbentuk pecahan diantara 0 sampai 1 dan juga berbentuk persentase dari 0% sampai 100%.

d.      Langkah- langkah dari distribusi frekuensi
Mengurutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Tujuannya untuk memudahkan dalam melakukan penghitungan pada langkah ketiga.
Membuat kategori atau kelas yaitu data dimasukkan ke dalam kategori yang sama, sehingga data dalam satu kategori mempunyai karakteristik yang sama.

Cara untuk membuat kategori yang baik :
·         Menentukan banyaknya kategori atau kelas sesuai dengan kebutuhan. Rumus Sturges
·         Menentukan interval kategori. Interval kategori atau kelas adalah batas bawah dan batas atas dari suatu kategori.
·         Melakukan penturusan atau pentabulasian dari data mentah yang sudah diurutkan ke dalam kelas interval yang sudah dihasilkan pada langkah ketiga.

e.        Penyajian Data / Grafik

Data yang sudah dikelompokkan dalam bentuk table distribusi frekuensi dapat disajikan dalam bentuk grafik supaya menjadi lebih menarik dan informative.

·         Batas kelas dalam suatu interval kelas atau kategori terdiri dua macam yaitu batas kelas bawah (lower class limit) yaitu nilai terendah dalam suatu interval kelas dan batas kelas atas ( upper class limit) yaitu nilai tertinggi dalam suatu interval kelas.

·         Nilai tengah kelas adalah tanda atau penciri dari suatu interval kelas dan merupakan suatu angka yang dapat dianggap mewakili suatu interval kelas. Nilai tengah kelas letaknya berada ditengah-tengah pada setiap interval kelas. Nilai tengah kelas diperoleh dengan menjumlahkan batas bawah dan batas atas kelas kemudian dibagi 2.

·         Nilai tepi kelas (class boundaries) adalah nilai batas antara kelas (border) yang memisahkan nilai antara kelas satu dengan kelas lainnya. Nilai tepi kelas diperoleh dari penjumlahan nilai atas kelas dengan nilai bawah kelas diatasnya dan kemudian dibagi dua. Nilai tepi kelas ada dua macam nilai tepi kelas bawah (lower class boundaries) dan nilai tepi kelas atas (upper class boundaries).

·         Frekuensi kumulatif menunjukansebera[a besar jumlah frekuensi pada tingkat kelas tertentu. Frekuensi kumulatif diperoleh dengan menjumlahkan frekuensi pasa kelas tertentu dengan frekuensi kelas selanjutnya. Frekuensi kumulatif dibedakan dalam dua bentuk yaitu frekuensi kumulatif kurang dari yang merupakan penjumlahan dari mulai frekuensi kelas terendah sampai kelas tertinggi dan jumlah akhirnya merupakan jumlah data (n).  frekuensi kumulatif lebih dari merupakan pengurangan dari jumlah

-          Histogram
Histogram adalah grafik berbentuk batang yang digunakan untuk menggambarkan bentuk distribusi frekuensi. Histogram merupakan diagram balok, karena frekuensi disajikan dalam bentuk balok. Histogram menghubungkan antara tepi kelas interval pada sumbu horizontal (X) dan frekuensi setiap kelas pada sumbu vertical (Y).

-          Polygon
Polygon hampir sama dengan histogram , perbedaanya histogram menggunakan balok, sedangkan polygon menggunakan garis yang menghubungkan titik-titik yang merupakan koordinat antara niali tengah kelas dengan jumlah frekuensi pada kelas tersebut. Titik tengah kelas merupakan representasi dari karakter kelas dan nilai tengah ini menggantikan posisi interval kelas pada diagram histogram. Pada grafik polygon , sumbu horizontal merupakan nilai tengah kelas dan sumbu vertical adalah jumlah frekuensi setiap kelas.

-          Ogive
Kurva ogive merupakan diagram garis yang menunjukkan kombinasi antara interval kelas dengan frekuensi kumulatif. Kurva ogif menunjukkan frekuensi kumulatif pada setiap tingkat atau kategori. Sumbu horizontal pada kurva ogif menunjukkan tepi interval kelas dan sumbu vertical menunjukkan frekuensi kumulatif. Kurva ogive memudahkan kita untuk melihat frekuensi kumulatif baik dalam bentuk nilai absolute maupun nilai relative pada tingkat atau interval tertentu.

III. PEMBAHASAN
a.        Kerangka Kerja
Daftar hal dari 50 Novel :
Saya mengambil Jumlah halaman pada beberapa Novel

No
Nama Novel
Halaman
1
Mencari Jodoh
64
2
Sukreni Gadis Bali
100
3
Ni Rawit Ceti Penjual Orang
170
4
Salah Asuhan
242
5
Pertemuan Jodoh
184
6
Surapati
190
7
Robet anak surapati
143
8
Atheis
180
9
Darah Muda
85
10
Asmara jaya
98
11
Menebus Dosa
80
12
Canting
388
13
Widiyawati
197
14
Dendang
183
15
Emas Disangka Loyang
92
16
Panggil Aku Sakai
103
17
Sebabnya Menjadi Hina
31
18
Pembalasan
103
19
Nasib
196
20
Aki
45
21
Karam dalam Gelombang
Percintaan
85
22
Sitti nurbaya
271
23
Azab dan Sangsara
163
24
Tak Ada Esok
199
25
Si Jamal
103
26
Dia dan Aku
55
27
Muda Teruna
109
28
Pertemuan Dua Hati
87
29
Apa Dayaku karena
Aku Perempuan
112
30
Salah Pilih
231
31
Karena Mertua
211
32
Hulubalang Raja
264
33
Katak Hendak Menjadi Lembu
135
34
Cinta yang Membawa Maut
72
35
Dewi Rimba
116
36
Narumalina
56
37
Kasih Ibu
95
38
Bukan Pasar Malam
109
39
Mereka yang Dilumpuhkan
581
40
Pol
119
41
Tak Putus Dirundung Malang
143
42
Dian yang Tak Kunjung Padam
134
43
Kasih Tak Terlarai Cet. IV
36
44
Percobaan Setia
93
45
Pencuri Anak Perawan
70
46
Sengsara Membawa Nikmat
192
47
Tak Disangka
64
48
Memutuskan Pertalian
68
49
Tidak Membalas Guna
99
50
Tambera
279


Point dari 50 Club
64
80
85
211
143
100
388
271
264
134
170
197
163
135
36
242
183
199
72
93
184
92
103
116
70
190
103
55
56
192
143
31
109
95
64
180
103
87
109
68
85
196
112
581
99
98
45
231
119
279
 Data terkecil = 31
Data terbesar = 581
Tabel Distribusi Frekuensi :
1.      Menentukan jangkauan (range) dari data (R).
Jangkauan = data terbesar – data terkecil.
            R = 581 – 31
            R = 550
2.      Menentukan banyaknya kelas (K).
K = 2k > n  ,  n : banyaknya data.
K = 26 > 50  ,  65 > 50.
K = 6.
3.      Menentukan panjang interval kelas.
Panjang interval kelas (i) = Jangkauan (R) / Jumlah Kelas (K)
i = 550/6
i = 91.66666667   91.7
4.      Menentukan batas bawah kelas pertama. Tepi bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data yang berasal dari pelebaran jangkauan (data yang lebih kecil dari data data terkecil) dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

Batas Bawah : 31

Tabel distribusi frekuensi Relatif
Tepi Bawah
Tepi Atas
Frekuensi
F. Relatif
31
122.6
28
56%
122.7
214.3
15
30%
214.4
306
5
10%
306.1
397.7
1
2%
397.8
489.4
0
0%
489.5
581.1
1
2%

Poligon Frekuensi
Poligon Frekuensi
Frekuensi
Nilai Tengah
0
91,65
28
107,1
15
152,95
5
198,8
1
244,65
0
290,5
1
336,35
0
581,15


Histrogam Frekuensi
Histrogam Frekuensi
Batas Bawah
Batas Atas
30,95
122,65
122,65
214,35
214,35
305,95
305,95
397,75
397,75
489,45
489,45
581,15

Tabel Distribusi Komulatif

Kurang dari
F. Komulatif
<30,9
0
<122,6
28
<214,3
43
<306
48
<397,8
49
<489,5
49
<581,1
50

Lebih dari
F. komulatif
>30,9
50
>122,6
22
>214,3
7
>306
2
>397,8
1
>489,5
1
>581,1
0



Penyajian Data Numerik
Penyajian Data Numerik diperoleh dari data yang sudah ada yaitu dari data Batas Bawah, Batas Atas, Frekuensi dan Frekuensi





Kumulatif yang membantu memperoleh nilai yang di inginkan.
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
F. Komulatif
30,95
122,65
28
28
122,65
214,35
15
43
214,35
305,95
5
48
305,95
397,75
1
49
397,75
489,45
0
49
489,45
581,15
1
50
MEAN
Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean = 7225/50
Mean = 144,5

MEDIAN
Untuk menentukan hasil dari median, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumus yaitu sbb :
  Med = L+i (n/2-F)
                        f 
 Dengan :
L  : Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i    : interval kelas/lebar kelas
n   : banyaknya data
F   : frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f   : frekuensi kelas yang mengandung median

Jadi :
L  : banyaknya data anggota sampel / 2.
       50 / 2 = 25
Kalau di lihat dari Frekuensi Kumulatif angka ‘25’ terletak pada baris ke-1 yaitu 28, jadi untuk L ditentukan dari batas bawah kelas pada baris 1, yaitu : 122,65

Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi
F. Komulatif
30,95
122,65
28
28
122,65
214,35
15
43
214,35
305,95
5
48
305,95
397,75
1
49
397,75
489,45
0
49
489,45
581,15
1
50

L
30,95
I
91,7
N
50
F
0
F
28

Med = L + i (n/2 – F)
                          F
Med = 122,65 + 91,7 (50/2 – 0)
                                          28
Med = 725.85 + 374.9 (25 – 0)
                                         28
Med = 725.85 + 374.9 (25)
                                      28
Med = 112,825

MODUS
Untuk menentukan hasil dari modus, diperlukan rumus untuk menghasilkan nilainya. Untuk rumusnya yaitu sbb :
 
  Mod = L+i (      d1      )
                         d1+d2

Dengan :
L     : batas bawah kelas yang mengandung modus
i      : interval kelas/lebar kelas
d1   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2   : selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya

Jadi :
L
30,95
i
91,7
n
50
F
0
f
28
di
28
d2
13

Mod = L + i (   d1   )
                      d1+d2
Mod = 30,9 + 91,7 (   28  )
                                28+13
Mod = 30,9 + 91,7 (28)
                                 41
Mod = 93,57439

KUARTIL
       Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
 
  Qk = L+i (k.n/4-F )
                        f
,,,(k=1,2,3)
 
 Dengan :
Qk  = kuartil ke-k, dimana k=1, 2 atau 3
n     = banyaknya data sampel
i      = interval kelas/lebar kelas
L     = batas bawah kelas yang mengandung kuartil ke-k
F     = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung kuartil ke-k
f      = frekuensi kelas yang mengandung kuartil ke-k

Jadi :
L
30,95
i
91,7
n
50
F
0
f
28
k
1,2,3



k = 1  >  Q1 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q1 = 30,95 + 91,7 (1.50/4-0)
                                                  28
              Q1 = 30,95 + 91,7 (50/4-0)
                                                 28
              Q1 = 30,95 + 91,7 (12.5-0)
                                                  28
              Q1 = 30,95 + 91,7 (12,5)
                                                28
              Q1 = 71,8875


k = 2  >  Q2 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q2 = 30,95 + 91,7 (2.50/4-0)
                                                  28
              Q2 = 30,95 + 91,7 (100/4-0)
                                                 28
              Q2 = 30,95 + 91,7 (25-0)
                                                28
              Q2 = 30,95 + 91,7 (25)
                                              28
              Q2 = 112,825

k = 3  >  Q3 = L + i (k.n/4-F)
                                     f
              Q3 = 30,95 + 91,7 (3.50/4-0)
                                                  28
              Q3 = 30,95 + 91,7 (150/4-0)
                                                 28
              Q3 = 30,95 + 91,7 (37.5-0)
                                                 28
              Q3 = 30,95 + 91,7 (37,5)
                                                28
              Q3 = 153,7625

DESIL
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
 
  Dk = L+i (k.n/10-F )
                        f
,,,(k=1,2,3,...,9)

Karena desil membagi letaknya sampai k : 1-10, dan apabila harus menghitung sampai 10 mungkin terasa lelah, jadi disini saya Cuma menghitung sampai 3 saja , disamakan dengan yang kuartil 1 – 3. Jadi :

k = 1  >  D1 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D1 = 30,95 + 91,7 (1.50/10-0)
                                                  28
              D1 = 30,95 + 91,7 (50/10-0)
                                                 28
              D1 = 30,95 + 91,7 (5-0)
                                                  28
              D1 = 30,95 + 91,7 (5)
                                             28
              D1 = 47,325

k = 2  >  D2 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D2 = 30,95 + 91,7 (2.50/10-0)
                                                  28
              D2 = 30,95 + 91,7 (100/10-0)
                                                 28
              D2 = 30,95 + 91,7 (10-0)
                                                28
              D2 = 30,95 + 91,7 (10)
                                             28
              D2 = 63,7


k = 3  >  D3 = L + i (k.n/10-F)
                                     f
              D3 = 30,95 + 91,7 (3.50/10-0)
                                                 28
              D3 = 30,95 + 91,7 (150/10-0)
                                                 28
              D3 = 30,95 + 91,7 (15-0)
                                                28
              D3 = 30,95 + 91,7 (15)
                                             28
              D3 = 80,075

PERSENTIL
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. untuk data-nya menggunakan rumus sbb :
  Pk = L+i (k.n/100-F )
                        f
,,,(k=1,2,...,99)

Sama halnya dengan Kuartil dan Desil, biar disamakan saja, jadi saya menghitung ‘k’ nya dari 1 – 3 saja. Jadi :

k = 1  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                     f
              P1 = 30,95 + 91,7 (1.50/100-0)
                                                  28
              P1 = 30,95 + 91,7 (50/100-0)
                                                 28
              P1 = 30,95 + 91,7 (10-0)
                                               28
              P1 = 30,95 + 91,7 (10)
                                             28
              P1 = 32,5875

k = 2  >  P1 = L + i (k.n/100-F)
                                     f
              P1 = 30,95 + 91,7 (2.50/100-0)
                                                  28
              P1 = 30,95 + 91,7 (100/100-0)
                                                 28
              P1 = 30,95 + 91,7 (1-0)
                                               28
              P1 = 30,95 + 91,7 (1)
                                            28
              P1 = 34,225

k = 3  >  P3 = L + i (k.n/100-F)
                                     f
              P3 = 30,95 + 91,7 (3.50/100-0)
                                                  28
              P3 = 30,95 + 91,7 (150/100-0)
                                                 28
              P3 = 30,95 + 91,7 (1,5-0)
                                               28
              P3 = 30,95 + 91,7 (1,5)
                                             28
              P3 = 35,8625

III. KESIMPULAN/RINGKASAN
Jadi, dengan data Halaman Novel dari 50 Novel yang ada, penulis dapat menemukan hasil dari Histogram Frekuensi, Poligon Frekuensi, Tabel Distribusi Kumulatif yang nantinya menghasilkan grafik ogif (positif dan negatif). Di samping itu, dapat menemukan hasil dari :
mean (rata-rata) yaitu 144,5
Mean
144,5
Median
112,825
Modus
93,57439
Kuartil1
71,8875
Kuartil2
112,825
Kuartil3
153,7625
Desil1
47,325
Desil2
63,7
Desil3
80,075
Persentil1
32,5875
Persentil2
34,225
Persentil3
35,8625

DAFTAR PUSTAKA

[1]        Anggraeni, Dian. 2013. “Belajar Statistika Bersama.  Availabel: http://www.diananggraeni20. blogspot.com/2013/09/distribusi-frekuensi-dan-grafik.html (URL)

 

Dan Bisa Langsung download Link